Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 23 Agustus 2022
Bisnis · 23 Aug 2022 207 Views


Bisnis.com
, JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini, Selasa (23/8/2022). 

Kemarin (22/8/2022), mata uang Garuda ditutup melemah 0,36 persen atau 53,50 poin sehingga parkir di posisi Rp14.891,50 per dolar AS. Sementara itu, mata uang won Korea Selatan terpantau anjlok 1,05 persen memimpin pelemahan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS. 

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam dalam riset harian mengatakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan cenderung dibuka berfluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp14.870-Rp14.950 per dolar AS.

Selain RDG BI, rupiah juga dipengaruhi oleh lonjakan dolar AS. Adapun Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya yang dipimpin oleh euro, mencapai tertinggi enam minggu di 109,02 pada perdagangan Senin waktu setempat. 

Menurut Ibrahim dolar AS menguat ke level tertinggi baru karena pembuat kebijakan Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish atas kebijakan moneter menjelang simposium Jackson Hole bank sentral akhir pekan ini.

“Indeks naik lebih dari 2 persen minggu lalu, reli mingguan terbaik sejak April 2020, didorong oleh serangkaian pejabat The Fed yang menekankan bahwa kenaikan suku bunga yang lebih besar diperlukan untuk memerangi inflasi yang melonjak pada level tertinggi 40 tahun,” tulis Ibrahim dalam riset harian, dikutip Selasa (23/8/2022).

Ibrahim menjelaskan bank sentral AS telah menaikkan suku bunga sebesar 224 basis poin semenjak Maret 2022, dan semua mata akan tertuju pada pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat untuk jawaban tentang seberapa tinggi suku bunga AS.

Di sisi lain, raksasa energi Rusia Gazprom mengumumkan penghentian tiga hari untuk pasokan gas Eropa melalui pipa Nord Stream 1 pada akhir bulan ini, di mana menurut Ibrahim kemungkinan akan memperburuk krisis energi di kawasan itu.

Dia juga memperkirakan Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga kembali pada September 2022. Sejalan dengan perkiraan Bank of England yang melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin bulan depan.

Sementara itu dari domestik, Ibrahim menyampaikan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang akan diumumkan pekan depan oleh Presiden Joko Widodo menurutnya membuat inflasi akan melesat dan menyebabkan nilai tukar rupiah semakin tergerus.

Dicetak ulang dari Bisnis, semua hak cipta dilindungi oleh penulis aslinya.

Penyunting : Amos
Editor : Ocky

Reprinted from Bisnis , the copyright all reserved by the original author.

Recommend