Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 24 Agustus 2022
Bisnis · 24 Aug 2022 114 Views


Bisnis.com
, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada diperkirakan melajut di teritori positif pada perdagangan hari ini, Rabu (24/8/2022).

Kemarin (23/8/2022), rupiah menjadi mata uang terkuat di kawasan Asia dengan ditutup menguat 0,36 persen atau 54,00 poin sehingga parkir di posisi Rp14.838,00 per dolar AS. 

Adapun indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melemah pada Selasa (23/8/2022), tetapi masih diperdagangkan di sekitar tertinggi enam minggu.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu akan cenderung dibuka berfluktuatif tetapi ditutup menguat di rentang Rp14.810-Rp14.860 per dolar AS.

Menurutnya, indeks dolar AS yang masih di sekitar level tertinggi didukung oleh serangkaian komentar hawkish dari pejabat The Fed pekan lalu.

Komentar hawkish tersebut menunjukkan bank sentral tidak memiliki rencana untuk mengurangi laju kenaikan suku bunga. Selain itu, Eropa tengah menghadapi kekurangan pasokan energi dan menyebabkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Sebelumnya disampaikan bahwa Rusia akan menghentikan pasokan gas alam ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 selama tiga hari pada akhir bulan. Oleh sebab itu, kekhawatiran meningkat dengan datangnya musim dingin dan dipercaya dapat merusak aktivitas bisnis.

“Fokus sekarang pada pidato yang akan datang oleh Ketua Fed Jerome Powell ke Jackson Hole Symposium pada hari Jumat, di mana ketua diperkirakan akan mengabaikan spekulasi bahwa Fed bermaksud untuk berporos ke sikap dovish,” tulis Ibrahim dalam riset harian, dikutip Rabu (24/8/2022).

Sementara itu, Ibrahim menyampaikan Bank Rakyat China memangkas suku bunga untuk minggu kedua berturut-turut pada hari Senin, menunjukkan bahwa Beijing kemungkinan akan meluncurkan lebih banyak langkah stimulus untuk mendukung perekonomian.

Sementara itu dari domestik, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RGD) Agustus 2022.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa alasan pihaknya menaikkan suku bunga acuan tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan inflasi pangan yang terus meningkat.

Selain itu, Perry memandang kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan juga diperlukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Adapun tingkat inflasi inti masih berada dalam sasaran target BI 2-4 persen, yaitu sebesar 2,86 persen.

Perry menjelaskan sebelumnya tingkat inflasi inti pada tahun ini diperkirakan masih akan berada di bawah level 4 persen meski terjadi dampak rambatan dari tingginya inflasi pangan dan inflasi harga yang diatur pemerintah.

Dengan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, dia memperkirakan tingkat inflasi inti hingga akhir tahun akan melebihi sasaran target BI.

“Dengan dampak rambatan dari kenaikan harga bbm nonsubsidi, tarif angkutan dan volatile food, inflasi inti pada akhir tahun ini bisa sedikit lebih tinggi dari 4 persen, sekitar 4,15 persen,” ucap Perry.

Reprinted from Bisnis , the copyright all reserved by the original author.

Recommend