ANALISA FUNDAMENTAL DI MARKET SAHAM
Hana Florencia · 30 Mar 3.1K Views
ANALISA FUNDAMENTAL DI MARKET SAHAM
 

Analisa fundamental merupakan teknik analisa saham yang fokus pada beberapa faktor seperti kinerja perusahaan yang bersangkutan, persaingan usaha, industri, hingga kondisi ekonomi baik ekonomi makro maupun mikro. Lewat analisa ini, kamu akan melihat dengan jelas apakah saham dari sebuah perusahaan sehat atau tidak. Data-data dari analisa tersebut akan kamu gunakan sebagai acuan untuk membeli saham. Ternyata teknik analisa fundamental ada beragam. Perhatikan informasi lengkapnya di bawah ini:

Analisa Ekonomi

Teknik analisa fundamental yang pertama adalah analisis ekonomi. Analisa ekonomi dibagi dua baik yang makro dan mikro.

  • Analisa Ekonomi Makro
    Analisa pertama digunakan ekonomi makro. Analisa ekonomi makro digunakan untuk mencari tahu ekonomi global secara keseluruhan. Selanjutnya, kamu bisa menilai apakah perekonomian global masih kondusif dan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi negara kita. Apakah saat ini keadaaan ekonomi dunia masih memasuki resesi atau krisis ekonomi. 
     
  • Analisa Ekonomi Mikro
    Sementara itu, analisa mikro juga ditujukan kepada perekonomian dalam negeri. Seperti halnya, sektor-sektor bisnis apa yang sedang berkembang pada saat ini, apakah inflasi dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya. Analisa ini juga wajib kamu lakukan agar kamu tidak salah dalam memilih saham. Jangan sampai kamu membeli saham perusahaan yang prospeknya sedang meredup, padahal kondisi ekonomi di negara kita sedang berkembang.

Analisa Siklus Industri

Selain analisa ekonomi baik makro dan mikro, kamu bisa mempersempit analisisnya ke bagian siklus industri bisnis di negara kamu. Dalam analisis industri, kamu akan mengklasifikasikan perusahaan ke dalam siklus industrinya. Kira-kira apa saja siklus industri yang dimaksud? Yuk, kita bahas:

  • Fase Awal (Pioneering Phase)
    Siklus pertama adalah fase awal atau yang biasa dikenal dengan pioneering phase. Perusahaan-perusahaan yang masih dalam fase industri awal, kuantitas penjualan memang masih belum besar. Mereka akan mengalokasikan biaya untuk modal kerja awal hingga investasi usaha. Membeli saham perusahaan yang masih berada di fase awal cukup berisiko. Namun, jika perusahaan akan tumbuh, kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar.
     
  • Fase Pertumbuhan (Rapid Growth Phase)
    Permintaan akan produk perusahaan pada masa fase pertumbuhan atau rapid growth phase cukup meningkat. Margin dan laba bersihnya juga sudah tumbuh, dan angka kompetisinya masih rendah. Peluang dan potensi labanya juga cukup besar. Jika kamu membeli saham perusahaan dengan saat fase pertumbuhan, risikonya akan jauh lebih kecil ketimbang kamu membeli saham yang masih di fase awal.
     
  • Fase Pendewasaan (Mature Growth Phase)
    Penjualan perusahaan di fase pendewasaan ini terbilang stabil, namun, kompetisi bisnisnya juga cukup ketat karena pesaingnya tidak sedikit. Tentu saja, perusahaan-perusahaan di fase ini butuh melakukan terobosan dan inovasi baru. Meskipun tergolong stabil, risiko laba tergerus tetap ada persaingan usaha. Oleh karena itu, jika memang memilih saham di perusahaan yang berada di fase ini, kamu harus memiliki pangsa pasar yang lebih luas dibandingkan kompetitornya.
     
  • Fase Stabilisasi dan Pendewasaan Pasar (Stabilization and Market Maturity Phase)
    Pangsa pasar dari perusahaan di fase industri ini sudah terkonsolidasi. Perusahaan ini akan sulit mengalami pertumbuhan, sementara itu persaingan di pasar dinilai cukup mematikan karena bentuknya adalah perebutan pasar. Berinvestasi di perusahaan seperti ini masih tetap menguntungkan, hanya saja imbal hasil atau return kurang menggoda karena pertumbuhan dari perusahaan tergolong pelan atau lambat.
     
  • Fase Perlambatan (Declaration of Growth and Decline Industries)
    Saham perusahaan yang ada di fase ini merupakan primadona karena banyak diburu investor. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, pangsa pasarnya kian turun dan meredup. Hasilnya, margin keuntungan perusahaan akan turun bahkan hingga minus, dan persaingan usahanya juga akan semakin mematikan. Jenis saham yang satu ini harus kamu hindari.

Recommend