Elon Musk Ngamuk Gegara Apple dan Disney Berhenti Ngiklan di X
Detikinet · 20 Nov 2023 41.4K Views
Elon Musk, Chief Executive Officer of SpaceX and Tesla and owner of Twitter, gestures as he attends the Viva Technology conference dedicated to innovation and startups at the Porte de Versailles exhibition centre in Paris, France, June 16, 2023. REUTERS/Gonzalo Fuentes/ File Photo Acquire Licensing Rights
Jakarta

Elon Musk mencak-mencak usai sejumlah perusahaan besar menangguhkan iklannya di Twitter/X. Ia juga mengancam akan menggugat organisasi watchdog yang laporannya dianggap merugikan X.

Insiden ini berawal dari organisasi Media Matter for America (MMFA) yang melaporkan telah menemukan iklan dari brand ternama seperti IBM dan Apple yang tampil di sebelah cuitan yang mendukung Adolf Hitler dan Nazi.

Laporan ini mengakibatkan sejumlah pengiklan besar seperti Apple, Comcast/NBC Universal, Disney, IBM, Lionsgate, Paramount, Warner Bros Discovery, dan Komisi Eropa menangguhkan sementara pengeluaran untuk memasang iklan di Twitter/X.

Menanggapi laporan tersebut, Musk mengancam akan menggugat Media Matters karena dianggap merugikan X. Ia menuduh Media Matters membuat akun alternatif yang dirancang untuk memberikan informasi yang salah kepada pengiklan tentang postingan mereka.

"Sepersekian detik setelah pengadilan dibuka pada hari Senin, X Corp akan melayangkan gugatan termonuklir terhadap Media Matters dan semua orang yang berkolusi menyerang perusahaan kami," kata Musk dalam cuitannya di X, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (19/11/2023).

Apple merupakan salah satu pengiklan terbesar di X. Produsen iPhone itu pernah menghabiskan hingga USD 100 juta per tahun untuk memasang iklan di X sampai November 2022, saat Musk membeli platform media sosial tersebut.

Sejak dibeli Musk pada Oktober 2022, sejumlah pengiklan besar mulai meninggalkan X karena beberapa faktor. Salah satunya moderasi konten yang semakin longgar sehingga jumlah postingan yang berisi ujaran kebencian terus meningkat.

Laporan Media Matter tersebut dirilis tidak lama setelah Musk mendukung postingan antisemitik di X yang mengklaim bahwa orang Yahudi memicu kebencian terhadap orang kulit putih. Musk menyebut postingan itu 'kebenaran yang sejujurnya', yang membuatnya dikritik banyak pihak, termasuk Gedung Putih.

Beberapa hari kemudian, Musk mengumumkan kebijakan baru untuk media sosial miliknya. Ia mengatakan akun yang mencuit 'dekolonisasi' atau 'from the river the sea' akan ditangguhkan karena melanggar aturan.

"Seperti yang saya katakan pada awal pekan ini, 'dekolonisasi, 'from the river to the sea' dan eufemisme serupa berarti menyerukan genosida. Seruan yang jelas untuk melakukan kekerasan ekstrem melanggar persyaratan layanan kami dan akan mengakibatkan penangguhan," kata Musk.

Reprinted from Detikinet , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend