Inggris Terancam Resesi Lebih Cepat Setelah Wafatnya Ratu Elizabeth
detik · 13 Sep 2022 300 Views
Inggris masuk ke dalam jurang resesi. Ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal II 2020 yang minus hingga 20,4%, dan kuartal I minus 2,2%.
Foto: AP Photo
Jakarta

Ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,2% pada bulan Juli. Hal ini terjadi setelah Inggris mengalami penurunan tajam di sektor ekonomi pada bulan-bulan sebelumnya.

Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan, sektor jasa berkontribusi besar atas capaian ini. Kejuaraan Euro Wanita yang digelar di Inggris juga membantu menopang perekonomian negara tersebut.

Pertumbuhan ini sebenarnya lebih lambat dari perkiraan para analis. Sebelumnya para analis memprediksi jika pertumbuhan ekonomi Inggris bisa menyentuh 0,3%.

Produk domestik bruto (PDB) di bulan Juni turun 0,6% karena perayaan Queen's Jubilee, membuat beberapa bank harus libur ekstra. Queen's Jubilee adalah perayaan yang menandai pemerintahan Ratu Elizabeth II yang telah menjadi pemimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun.

Selain itu, pengamat memprediksi hari libur bank untuk pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth pada 19 September, serta 10 hari berkabung nasional, dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga mendorong Inggris jatuh ke dalam resesi yang lebih cepat.

Melansir dari BBC, Selasa (13/9/2022), bulan lalu, Bank of England memprediksi jika Inggris akan jatuh ke dalam resesi di akhir tahun ini.

Resesi didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut, atau periode tiga bulan, dari output yang menyusut. Sebagai informasi, antara April dan Juni, ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,1% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dikatakan sebelumnya, ekonomi Inggris dibantu oleh Kejuaraan Euro Wanita yang dimenangkan oleh Inggris, dan Commonwealth Games. Selain itu penjualan mobil bekas di Inggris juga tergolong tinggi.

Namun, ada bukti lain bahwa belanja konsumen tetap di bawah tekanan karena kenaikan harga. Inflasi mencapai level tertinggi dalam 40 tahun terakhir yang mencapai 10,1% pada bulan Juli.

Reprinted from detik , the copyright all reserved by the original author.

Recommend