China Akui sebagai Pemilik Balon Mata-mata di Langit Amerika Latin
Kompascom · 07 Feb 50 Views
KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri China (MFA) di Beijing mengakui kepemilikan wahana nirawak atau balon mata-mata yang terlihat di langit Amerika Latin. Juru Bicara MFA Mao Ning menyebut pesawat tak berawak itu merupakan peralatan sipil yang berfungsi untuk uji terbang.

Benda yang dipengaruhi cuaca dengan sistem pengendali mandiri itu dikatakan telah melampaui jalur yang direncanakan sehingga dapat memasuki wilayah udara Amerika Latin dan Karibia. Mao Ning menyinggung insiden itu, ia menyebut langkah penanggulangan telah dilakukan. Ia mengatakan China merupakan negara yang bertanggung jawab dan mematuhi hukum internasional. Selengkapnya simak video berikut. 

Dicetak ulang dari Kompas.com, semua hak cipta dilindungi oleh penulis aslinya.
 

Recommend