Bias Emas dalam Perspektif Jangka Panjang
SeputarForex · 26 Sep 2022 421 Views

Emas akhirnya melorot lebih rendah pekan lalu dan bertahan di bawah 1682.30 (38.2% retracement Monthly) yang sekarang bertindak sebagai resistance.  Jika kita mundur ke belakang, setidaknya 2 kali buyers merespons di kisaran 1682.30, mendorong harga emas naik menguji 2075.00 yang merupakan level tertinggi 2020. Tapi pergerakan bullish saat itu kehilangan tenaga setelah Pin Bar terbentuk, disusul pola Three Black Crows yang juga mengkonfirmasi Double Top.

Dalam jangka panjang, price action yang datangnya bertubi-tubi itu seringkali “menyeramkan”. Ini karena candle pattern tersebut terjadi pada skala Monthly, yang artinya akan lebih terasa volatilitasnya pada skala Daily atau jangka pendek/menengah. Situasi seperti ini mengharuskan kita untuk lebih berdisiplin dalam penerapan Stop Loss (SL) dan lebih ketat dalam pengelolaan Money Management (MM), terutama untuk posisi buy short/mid-term, termasuk intraday.

Secara teknikal dalam jangka pendek/menengah, bias negatif sulit untuk dibantah sejauh ini. Sederhananya, cukup gunakan MA-50 pada chart Daily, kita akan segera melihat bahwa emas bergerak di bawah kurva itu. Tapi dalam jangka panjang, outlook emas belum benar-benar negatif. Ini lantaran pergerakan emas tergolong berada dalam fase konsolidasi karena masih bertahan di atas 50%-61.8% retracement.

XAU/USD Monthly

Pada chart Monthly di atas, penutupan candlestick di bawah 1832.39 (23.6% retracement) mengkonfirmasi fase konsolidasi. Mungkin untuk sekedar mengingatkan kembali terkait Three Black Crows, pola yang satu ini memang sebaiknya tidak dianggap remeh. Penurunan berlanjut setelah pattern tersebut terbentuk dan kemudian level 1682.30 (38.2% retracement) berhasil diterobos. Akibatnya, area support krusial dalam jangka panjang yang terbentang dari 1561.00 (50% retracement) hingga 1439.70 (61.8% retracement), sekarang berada di bawah ancaman.

Apabila mempertimbangkan posisi indikator RSI, ada kemungkinan emas akan berusaha memasuki zona 1561.00-1439.70 karena masih tersedia cukup ruang sebelum RSI turun memasuki wilayah oversold. Ini juga sejalan dengan faktor fundamental, dimana emas menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga The Fed bergerak naik. Investor akan cenderung melepas emas dan mengalihkan aset ke Dolar AS. Gara-gara ini pula, sejumlah analis Barat dari institusi finansial terkemuka memperkirakan bahwa harga emas di pasar spot masih akan bergerak turun ke level psikologis 1500.00 hingga 1450.00 pada akhir tahun 2022 atau paling lambat awal tahun depan.

Di bawah level-level tersebut, prospek bullish jangka panjang semakin suram dan outlook bearish menjadi terbuka. Sementara itu, histori dan sebagian kasus menunjukkan, masih ada perlawanan buyers ketika terjadi penurunan ke area level keseimbangan (50% - 61.8% retracement) yang barangkali bisa dimanfaatkan untuk swing trade (jangka pendek/menengah) dengan Stop Loss (SL) yang ketat.

Reprinted from SeputarForex , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend