Dolar Kembali Menguat, Kilau Emas Pudar Lagi
Suara · 06 Oct 2022 541 Views
Dolar Kembali Menguat, Kilau Emas Pudar Lagi
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia melorot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Rabu, terbebani lonjakan dolar dan imbal hasil US Treasury menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika yang dapat memengaruhi jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip CNBC, Kamis (6/10/2022), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD1.712,93 per ounce setelah mencapai puncak tiga minggu di USD1.729,39 pada sesi Selasa ini.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,6 persen lebih rendah menjadi USD1.720,80 per ounce.

"Kita melihat kebangkitan dalam dolar dan imbal hasil, sebagai hasilnya, kita melihat mundurnya emas setelah cukup agresif bergerak lebih tinggi selama beberapa sesi terakhir," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Baca Juga: Meroket Rp10.000, Harga Emas Antam Jadi Rp955.000/Gram Hari Ini

Indeks dolar menguat membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Dolar melonjak lebih dari 1 persen terhadap sekeranjang pesaingnya, setelah membukukan hari terburuk sejak Maret 2020 pada sesi Selasa. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga naik.

Data menunjukkan pengusaha swasta Amerika meningkatkan perekrutan pada September, memperlihatkan permintaan untuk pekerja tetap kuat meski suku bunga naik dan kondisi keuangan yang lebih ketat.

Fokus sekarang bergeser ke data non-farm payrolls Departemen Tenaga Kerja AS untuk periode September, yang dirilis Jumat.

"The Fed sangat fokus pada pasar tenaga kerja saat ini. Kita melihat sedikit petunjuk tentang perlambatan di bidang manufaktur. Namun, jika kita melihat jumlah pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan, itu mungkin mengecewakan pasar emas," kata Meger.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan opportunity cost untuk memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Harga Emas Melesat Tinggi Gara-gara Ini

Sementara itu harga perak di pasar spot anjlok 2,7 persen menjadi USD20,54 per ounce, setelah melejit ke puncak tiga bulan di sesi sebelumnya. Platinum menyusut 1,5 persen menjadi USD915,97 per ounce, dan paladium melorot 2,8 persen menjadi USD2.250,67.

Reprinted from Suara , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend