Stok Bahan Bakar AS Turun hingga Kekhawatiran Ekonomi Bikin Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1 Persen
Kompas · 06 Jan 2023 163 Views

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (5/1/2023) waktu setempat atau Jumat pagi waktu Indonesia/WIB. Kenaikan harga minyak mentah dunia terjadi setelah membukukan penurunan terbesar dalam dua hari terakhir.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik 1,7 persen menjadi 79,15 dollar AS per barrel, sementara West Texas Intermediate AS naik 1,8 persen menjadi 74,13 dollar AS per barrel.

Harga minyak naik hampir 2 persen pada perdagangan Kamis, setelah data AS menunjukkan persediaan bahan bakar yang lebih rendah. Hal ini memberikan dukungan pada harga minyak mentah dunia, namun kekhawatiran ekonomi membatasi kenaikan harga.

Namun demikian, penurunan besar yang terjadi dalam dua hari sebelumnya didorong oleh kekhawatiran tentang resesi global, terutama adanya tanda-tanda ekonomi jangka pendek di dua konsumen minyak terbesar dunia, Amerika Serikat dan China yang tampak melemah.

Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok bensin AS turun 346.000 barrel minggu lalu, atau lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi analis, yakni penurunan 486.000 barrel.

EIA juga mencatat, stok sulingan yang meliputi solar dan minyak pemanas, turun 1,4 juta barrel dalam seminggu, lebih besar dibandingkan ekspektasi 396.000 barrel. Namun, persediaan minyak mentah naik lebih dari yang diperkirakan sebesar 1,7 juta barrel, sementara ekspektasi analis untuk kenaikan 1,2 juta berrel.

Pernyataan dari operator pipa AS Colonial Pipeline, yang sebelumnya menutup jalur 3 untuk pemeliharaan, rencananya akan dibuka kembali pada 7 Januari 2023. Tamas Varga broker minyak PVM mengatakan rebound harga di awal sesi disebabkan oleh penutupan pipa.

“Tidak ada keraguan bahwa saat ini tren harga minyak dunia sedang turun, dan pasar dalam kondisi bearish,” ujar Tamas Varga.

Pada hari Rabu, angka-angka yang menunjukkan manufaktur AS berkontraksi lebih lanjut pada bulan Desember menekan harga minyak, begitu pula dengan kekhawatiran tentang gangguan ekonomi karena Covid-19 menyebar melalui China, yang tiba-tiba menurunkan pembatasan ketat pada perjalanan dan aktivitas.

“Pandemi China dan tantangan pembukaan kembali membebani pasar,” kata Norbert Rücker, analis di bank swasta Swiss Julius Baer.

 
Reprinted from Kompas , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend