Demi Tekan Harga, AS Mau Jual Cadangan Minyak 15 Juta Barel
Detik · 20 Oct 2022 59 Views
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 21: U.S. President Joe Biden speaks during the 77th session of the United Nations General Assembly (UNGA) at U.N. headquarters on September 21, 2022 in New York City. During his remark Biden condemned Russia for its invasion in Ukraine and discussed the United States investment in combatting climate change. After two years of holding the session virtually or in a hybrid format, 157 heads of state and representatives of government are expected to attend the General Assembly in person.   Anna Moneymaker/Getty Images/AFP (Photo by Anna Moneymaker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER
Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan akan menjual cadangan minyaknya pada akhir tahun. Upaya ini dilakukan demi menekan harga bensin yang terus melonjak.

Biden mengatakan 15 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis atau Strategic Petroleum Reserve (SPR), akan dijual. Nantinya AS akan menambah cadangan minyak baru pada awal tahun depan.

"Kami menyebutnya sebagai rencana siap dan rilis. Ini memungkinkan kami bergerak cepat untuk mencegah lonjakan harga minyak dan menanggapi peristiwa internasional," jelasnya, dikutip dari Reuters, Kamis (20/10/2022).

"Dengan pengumuman saya hari ini, kami akan terus menstabilkan pasar dan menurunkan harga pada saat tindakan negara lain telah menyebabkan volatilitas seperti itu," lanjut Biden.

Biden juga mengatakan penyebab kenaikan harga minyak saat ini karena perang yang dilakukan oleh Biden menyalahkan invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina. Meskipun telah mengalami penurunan sebanyak 30% sejak awal tahun ini.

Cadangan minyak AS yang sekarang berada di level terendah sejak 1984, isinya ada sebanyak 400 juta barel minyak. Biden mengatakan cukup untuk adanya sedikit penjualan.

Negeri Paman Sam sendiri, memiliki konsumsi bensin bensin tertinggi di dunia. Belakangan, harga bensin eceran telah jatuh dari harga tertinggi di bulan Juni dan merupakan penyumbang utama inflasi.

Kesenjangan antara harga grosir dan eceran juga meningkat, mendorong peringatan Gedung Putih agar tidak memainkan harga bensin.

Biden mengatakan perusahaan minyak harus merasa lebih percaya diri untuk berinvestasi dalam produksi. Ia pun berjanji pembelian kembali SPR yang baru, dan berhenti mendorong pembelian kembali saham.

"Jadi pesan saya kepada semua perusahaan adalah ini: Anda sedang mencatat keuntungan dan kami memberi Anda kepastian lebih. Jadi Anda bisa bertindak sekarang untuk meningkatkan produksi minyak," katanya.

"Perusahaan tidak boleh menggunakan keuntungan Anda untuk membeli kembali saham atau untuk dividen. Tidak sekarang, tidak saat perang berkecamuk," lanjut Biden.

Reprinted from Detik , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend