Ekonomi Digital Mau Jadi Andalan, Pemerintah Beri 'Pemanis'
CNBC Indonesia · 21 Sep 2022 61 Views

Jakarta, CNBC Indonesia - Transformasi digital disebut sebagai backbone pemulihan ekonomi Indonesia, terutama usai pandemi Covid-19. Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengatakan dalam 2,5 tahun terakhir transformasi digital terjadi secara masif dan menjadi penopang kegiatan ekonomi.

"Perekonomian Indonesia bekerja mulus dengan pertumbuhan tinggi bahkan kita menggunakan meeting virtual, memanfaatkan digital sebagai alat sehari hari. Ini adalah modal luar biasa. Alat digital menjadi way of life ke depan, ini jadi sangat baik karena jadi platform pertumbuhan ekonomi," jelas Suahasil dalam Jakarta Global Financial Summit 2022 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia bersama Maxco Futures, Rabu (21/9/2022).

Untuk membuat peran ekonomi digital semakin besar, pemerintah pun memberikan berbagai 'pemanis' berupa insentif dan kemudahan. Suahasil mengatakan pemerintah memastikan ekonomi digital termasuk industri pioner yang bisa mendapatkan insentif tax holiday.

"Fasilitas ini kita harap dipakai dunia usaha, fasilitasi itu bisa dari level Rp 500 miliar ke atas investasinya dan bisa dapat tax holiday 5-20 tahun, ekonomi digital adalah salah satunya," kata dia.

Selain itu, insentif bisa berupa bea masuk atau import duty 0% untuk berbagai barang. Dengan pemanis ini, ekonomi digital diharapkan meningkat.

"Fasilitasnya tidak itu saja, namun merupakan bagian fasilitas fiskal lainnanya, saya encourage dunia usaha untuk terhubung ke Kemenkeu, kantor pajak untuk mengetahui inisiatif dan insentif fiskal yang dapat digunakan ketika mengurus ekonomi digital," pungkasnya.

Dia menambahkan ada beberapa sektor yang disasar untuk berkembang dalam ranah ekonomi digital atau industri 4.0. Beberapa sektor tersebut adalah otomotif, kimia, elektronik, tekstil, dan makanan minuman (mamin).

"Ini adalah game changer kita dan rasanya sangat membuka peluang luar biasa untuk ekomoi indonesia ke depan," tegas Suahasil.


Dicetak ulang dari CNBC Indonesia, semua hak cipta dilindungi oleh penulis aslinya.

Recommend