Inflasi AS Turun, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen
Kompas · 11 Nov 2022 254 Views

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (11/11/2022) waktu setempat atau Jumat pagi (waktu Indonesia/WIB). Pergerakan harga minyak dibayangi oleh data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik 1,1 persen pada level 93,67 dollar AS per barrel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,8 persen dan menetap di level 84,67 dollar AS per barrel.

Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, mengimbangi kekhawatiran akan kasus Covid-19 di China yang diperkirakan akan menekan permintaan bahan bakar. Investor berharap The Fed bisa meredam kenaikan suku bunga secara agresif untuk mendukung permintaan minyak.

“Data Indeks Harga Konsumen bisa menjadi titik balik yang diharap-harapkan oleh investor,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

“Masih ada banyak tantangan di depan, tetapi segalanya tiba-tiba terlihat sedikit lebih positif,” ungkap Erlam.

Indeks dollar AS juga mengalami penurunan lebih dari 2 persen, karena prospek ekonomi yang cerah mendorong investor untuk mejaduh dari safe heaven, sementara greenback menuju aset berisiko termasuk minyak.

Pelemahan dollar AS membuat minyak dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, China sedang berjuang melawan peningkatan infeksi Covid-19 di beberapa kota yang vital secara ekonomi, termasuk Beijing. Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS mengungkapkan, kekhawatiran tentang pembatasan mobilitas semakin membatasi kenaikan harga minyak mentah.

“Di pusat manufaktur Guangzhou, jutaan penduduk diperintahkan untuk menjalani test Covid-19 pada hari Rabu. Rusia juga menarik pasukannya dari Kherson di Ukraina, hal ini menahan kenaikan harga minyak dunia,” kata Matt Smith, analis di Kpler.

Minyak mentah melonjak awal tahun ini karena invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan, dimana harga minyak Brent mendekati rekor tertinggi 147 dollar AS per barrel.

Harga sejak itu jatuh di tengah kekhawatiran kemungkinan resesi. Brent telah turun lebih dari 6 persen pekan ini.

Pasar juga berada di bawah tekanan pada hari Rabu dari kenaikan besar stok minyak AS, sebesar 3,9 juta barrel atau mencapai level tertinggi sejak Juli 2021.

 
Reprinted from Kompas , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend