Wall Street Telah Berada di Bawah Tekanan dalam Beberapa Hari Terakhir
Okezone · 09 Dec 2022 426 Views
https: img.okezone.com content 2022 12 09 278 2723580 wall-street-rebound-s-p-500-dan-nasdaq-hentikan-laju-penurunan-ZJEOZeaGNt.jpg

Wall Street Ditutup Menguat. (foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street menguat di akhir perdagangan Kamis. Di mana indeks S&P 500 menghentikan penurunan beruntun selama lima sesi, karena investor menafsirkan data yang menunjukkan kenaikan klaim pengangguran mingguan sebagai tanda laju kenaikan suku bunga segera melambat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 183,56 poin atau 0,55% menjadi 33.781,48 poin. Indeks S&P 500 bertambah 29,59 poin atau 0,75% menjadi 3.963,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 123,45 poin atau 1,13% menjadi 11.082,00 poin.

Indeks-indeks utama Wall Street telah berada di bawah tekanan dalam beberapa hari terakhir, S&P 500 merosot 3,6% sejak awal Desember di tengah ekspektasi siklus kenaikan suku bunga yang lebih lama dan pandangan ekonomi yang suram dari beberapa eksekutif perusahaan terkemuka.

Pemikiran seperti itu juga membebani Komposit Nasdaq, yang telah membukukan empat sesi penurunan berturut-turut sebelum kenaikan Kamis (8/12/2022) pada indeks yang padat teknologi.

Namun di akhir perdagangan Kamis, saham-saham naik karena investor menyambut data yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat moderat pekan lalu, sementara angka pengangguran mencapai level tertinggi 10 bulan menjelang akhir November.

Laporan tersebut menunjukkan pemberi kerja AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diperkirakan pada November dan kenaikan upah, memicu kekhawatiran bahwa Fed mungkin mempertahankan sikap agresifnya untuk menjinakkan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade.

Pasar telah terombang-ambing oleh rilis data dalam beberapa hari terakhir, dengan investor kurang yakin menjelang panduan Federal Reserve pekan depan tentang suku bunga.

Perilaku seperti itu berarti indeks harga produsen pada Jumat dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan kemungkinan akan menentukan apakah Wall Street dapat membangun reli.

"Pasar harus menyesuaikan diri dengan fakta bahwa kita beralih dari ekonomi berbasis stimulus - baik fiskal maupun moneter - menjadi ekonomi berbasis fundamental, dan itulah yang sedang kita geluti saat ini," kata Kepala Ahli Strategi Pasar Ziegler Capital Management, Wiley Angell, dikutip dari Antara, Jumat (9/12/2022).

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dipimpin oleh kenaikan 1,6% pada saham teknologi.

Reprinted from Okezone , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend