Greenback Tertekan Sentimen Risk-On, Dolar Komoditas Melonjak
SeputarForex · 27 Dec 2022 46 Views

Dolar AS secara umum bergerak melemah terhadap mata uang mayor pada perdagangan Selasa (27/Desember) berkat tumbuhnya selera resiko pelaku pasar menyikapi kabar positif dari China. Pada saat berita ini dimuat, indeks DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mayor currencies bergerak pada kisaran 104.03 atau melemah 0.28 persen secara harian.

Greenback Tertekan Sentimen Risk-On, Dolar Komoditas Melonjak

Minat resiko pasar mencuat setelah pemerintah China dalam laporan terbaru mengatakan akan membatalkan aturan karantina COVID bagi turis asing, sebuah langkah yang dianggap positif menuju arah pelonggaran penuh pembatasan pandemi. Komite Kesehatan Nasional China pada hari Senin mengumumkan rencana untuk tidak mewajibkan pelancong melakukan karatina saat memasuki negeri Tirai Bambu tersebut dimulai pada tanggal 8 Januari 2023.

Pada saat yang bersamaan, otoritas Beijing menurunkan level regulasi penanganan COVID dari kategori A menjadi kategori B yang tidak terlalu ketat. Hal ini semakin menegaskan spekulasi bahwa pemerintah China secara bertahap akan melepas pembatasan COVID secara penuh tahun 2023 mendatang.

Menanggapi hal ini, dolar Komoditas tercatat menguat cukup signifikan melawan greenback. Dolar Australia menguat 0.25 persen hingga menyentuh 0.6748 bergerak dalam rentang tipis ditengah musim liburan akhir tahun. Sedangkan NZD/USD melonjak 0.65 persen pada kisaran 0.6311. Perlu diketahui kedua mata uang tersebut sering digunakan sebagai proxy Yuan China dimana pergerakannya cenderung selaras dengan kondisi perekonomian China. Sementara itu pair EUR/USD naik tipis 0.06 persen pada kisaran 1.0639. Sementara itu Sterling naik 0.16 persen menyentuh kisaran 1.2086.

Selain ditekan minat resiko pasar, posisi dolar AS juga sejatinya dibayangi oleh ekspektasi perlambatan kembali laju kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan selanjutnya. Pasalnya rilis beberapa data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa belanja konsumen hampir tidak naik di bulan November, sementara tekanan inflasi semakin melandai.

Reprinted from SeputarForex , the copyright all reserved by the original author.

Recommend