Suku Bunga Jadi Sorotan, Dolar AS Merajai Pasar
SeputarForex · 07 Sep 2022 711 Views

Indeks dolar AS (DXY) melanjutkan kenaikannya setelah dibuka di atas ambang 110.00 dalam perdagangan hari Rabu (7/September). Kenaikan suku bunga Australia kemarin bukannya memperkuat AUD/USD, melainkan justru membuat pasar makin menyoroti selisih suku bunga antar mata uang. Dolar AS menjadi jawara dalam situasi ini, melumpuhkan berbagai mata uang lain yang berbunga lebih rendah. Greenback juga tersokong oleh rilis data ekonomi AS yang tetap kinclong.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Hasil survei PMI Non-Manufaktur versi ISM menunjukkan bahwa kinerja industri jasa Amerika Serikat justru menguat pada bulan lalu. Skor PMI meningkat dari 56.7 menjadi 56.9. Data ini menepis estimasi penurunan skor sampai 55.1, sekaligus mengikis kekhawatiran seputar resesi di Negeri Paman Sam.

Kondisi ekonomi AS yang prima menjamin Federal Reserve untuk melanjutkan kenaikan suku bunga berukuran jumbo seusai rapat FOMC pada 21 September mendatang. Data pasar menunjukkan peluang hingga 75 persen untuk kenaikan sebesar 75 basis poin, serta peluang 25 persen untuk 50 basis poin.

Ekspektasi tersebut suportif bagi penguatan kurs dolar AS. Sebaliknya, mata uang-mata uang rival utamanya berguguran. Yuan China tenggelam ke level terendah dua tahun di bawah ambang psikologis penting pada level 7.0000 terhadap USD, walaupun otoritas setempat telah mengambil langkah-langkah untuk mengerem pelemahan kurs. GBP/USD tersokong oleh terpilihnya Liz Truss sebagai PM Inggris yang baru, tetapi masih terpaku pada kisaran 1.1515.

EUR/USD berupaya mendaki pada awal sesi Eropa, tetapi masih berkubang di bawah ambang paritas (1.0000). Pasar meyakini bank sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga sebesar minimal 50 dan maksimal 75 basis poin dalam rapat kebijakan pekan ini, tetapi "rate hike" saja kemungkinan tak mampu memicu rebound euro secara berkelanjutan. Pasalnya, lebih banyak pelaku pasar yang mengkhawatirkan imbas dari krisis energi di tengah sengketa Uni Eropa-Rusia.

Yen Jepang menjadi korban utama dari penguatan dolar AS, seiring dengan reli USD/JPY menembus level tertingginya dalam 24 tahun terakhir. Pasalnya, kurs yen sangat sensitif terhadap fluktuasi yield US Treasury --yang melambung gegara peningkatan ekspektasi suku bunga The Fed. Sejumlah pejabat Jepang menyampaikan kekhawatiran mereka, tetapi para analis menilai tak ada langkah kebijakan yang dapat menanggulangi depresiasi yen.

Reprinted from SeputarForex , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend