Sterling Naik Setelah Inggris Membatalkan Pemotongan Pajak
INFOREX · 04 Oct 2022 824 Views



INFOREXNEWS-Pound Sterling melonjak terhadap dollar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Hal ini sebagai imbas adanya kebijakan pembatalan rencana pemotongan tarif tertinggi pajak penghasilan.

Pound Sterling menyentung di angka $ 1.128 setelah laporan yang diterima dari media terkait dengan u – turn, level tertinggi sejak 22 September 2022 sehari sebelum Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng mengirim pasar jatuh dengan “rencana pertumbuhan” baru guna memotong pajak dan peraturan yang didanai oleh pinjaman pemerintah yang tergolong besar.

Setelah melakukan pemangkasan, Pound Sterling terakhir naik 0,2% pada $1,1188.

Menteri Keuangan Inggris juga mengatakan akan melakukan publikasi rincian “segera” tentang bagaimana rencana untuk menurunkan utang public sebagai bagian dari output ekonomi dalam jangka menengah.

Di lain sisi, mata uang dollar mengalami pelemahan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Kwarteng mengatakan jika pembalikan rencana untuk memotong pita pajak 45% merupakan satu bagian kontroversial dari paket tindakan yang mendorong pound sterling ke level terendah sepanjang masa di $1,0327 dan pengiriman emas mengalami pelonjakan yang kemudian mendorong Bank of England untuk turun tangan.

Sedangkan di tempat lain, yen jepang mengalami pelemahan terhadap dollar yang melewati angka 145 untuk pertama kalinya sejak 22 September 2022. Hal ini disebabkan karena pihak berwenang yang melakukan intervensi untuk menopang mata uang.

Yen mengalami pelemahan karena kebijakan Jepang yang mempertahankan suku bunga ultra – rendah pada saat bank – bank sentral utama lainnya menekan suku bunga secara agresif. Setelah banyak spekulasi, pihak berwenang pada bulan lalu melakukan intervensi di Pasar yang kemudian menghabiskan rekor 2,8 triliun yen (19,7 miliar dollar AS) untuk menopang mata uang.

Berdasarkan data, dollar terakhir naik 0,24% pada 145,1 yen.

Reprinted from INFOREX , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend