3 Indikator Swing Trading Favorit Para Trader
Seputar Forex · 06 Oct 2022 175 Views

Tentu Anda sepakat, bahwa setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal ini juga berlaku pada dunia trading forex, di mana setiap trader tidak akan bisa sama saat melakukan aktivitas tradingnya. Tidak ada trader yang memiliki gaya trading yang sama sepenuhnya.

Salah satu faktor kesuksesan Anda sebagai seorang trader forex adalah menentukan kategori gaya trading yang cocok sesuai dengan kepribadian, emosi, dan kemampuan diri sendiri. Misalnya, gaya trading X sangat cocok  diterapkan oleh Anda, namun gaya trading itu belum tentu menghasilkan kesuksesan kalau digunakan oleh trader lain.

Secara umum, perbedaan gaya trading terletak pada profil risiko dan periode waktu trading. Semakin pendek periode waktu trading dan sering bertransaksi, tentu peluang risiko menjadi lebih besar, serta membutuhkan skill trading yang lebih terlatih.

Begitu sebaliknya, periode waktu trading yang panjang dan jarang bertransaksi dapat meminimalisir risiko Anda. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa menyepelekan hal tersebut, sebab risiko kecil tidak sama dengan tanpa risiko. Trading dengan gaya apapun tetap memiliki risiko rugi bila tidak digunakan dengan benar dan disiplin.

Swing trading dalam forex merupakan salah satu dari beberapa kategori gaya trading yang sering diterapkan oleh trader untuk memaksimalkan keuntungan. Biasanya, Swing trader akan menahan posisi trading dalam waktu sehari sampai seminggu, bahkan bisa lebih dari itu.

Gaya trading ini menempatkan entry buy atau sell di titik-titik pembalikan harga, sehingga Anda harus cepat bereaksi pada saat terjadinya perubahan arah tren. Anda bisa entry posisi di awal tren, kemudian menutupnya di penghujung tren, sehingga pips yang terkumpul akan lebih signifikan daripada sekadar menggunakan peluang dari pullback harga.

Indikator Swing Trading

 

Dengan konsep dasar "beli di swing low dan jual pada swing high", swing trading paling efektif diterapkan pada kondisi pasar yang sedang mengalami tren. Sebaliknya, swing trading akan lebih sulit mendapatkan profit kalau keadaan pasar sedang mengalami konsolidasi ataupun sideways.

Apabila pasar sedang dalam keadaan sideways, maka pergerakan harga akan susah dideteksi sebagai penentu entry ataupun exit point. Secara singkat, swing trading merupakan strategi forex yang memfokuskan analisa pada pola ayunan harga.

Idealnya, para swing trader harus mengambil kesempatan sell di ayunan harga tertinggi dengan target close di swing harga terendah, dan mencari peluang buy pada ayunan harga terendah dengan target close di swing harga tertinggi. Maka secara teoritis, profit yang bisa didapat dari setiap posisi trading akan benar-benar optimal.

Agar teori di atas bisa dieksekusi, Anda harus mengutamakan validitas sinyal untuk mengeksekusi entry posisi yang paling potensial. Inilah yang menjadi alasan mengapa peluang swing trading tak muncul sesering kategori gaya trading jangka pendek, seperti day trading maupun scalping.

Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya, Anda harus mengutamakan validitas sinyal berakurasi tinggi. Bagaimana caranya? Itulah kegunaan indikator diciptakan. Anda bisa menggunakan beberapa indikator swing trading yang dapat mengukur kekuatan momentum ataupun mengidentifikasi perubahan tren.

Lalu apa saja indikator swing trading yang paling sering digunakan oleh para trader? Berikut daftar sekaligus penjelasannya.

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator swing trading terbaik yang paling umum digunakan para trader, apa pun jenis gaya tradingnya. Bagi pengikut swing trading, Moving Average dapat menjadi indikator yang mengidentifikasi perubahan tren ketika terjadi persilangan antara harga dengan garis MA.

Indikator Swing Trading

Biasanya, swing trader akan menggunakan Moving Average dengan periode 50 dan 100. Namun untuk swing trader konservatif, periode 250 merupakan setting yang paling bebas gangguan sinyal palsu sebab dapat melingkupi seluruh pergerakan harga sepanjang tahun.

Mungkin bagi sebagian dari Anda menganggap Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) merupakan indikator yang sama. Keduanya memang berguna untuk menunjukkan keadaan oversold dan overbought, namun kedua indikator tersebut dibuat dengan dasar filosofi dan formula yang berbeda.

RSI sering digunakan pada time frame rendah terutama trader harian untuk mengetahui kecepatan perubahan harga dan kecenderungan tren dalam jangka pendek, sementara Stochastics umumnya digunakan sebagai indikator swing trading untuk mengidentifikasi momentum pada jangka menengah hingga panjang.

Sejak dikembangkan oleh George Lane pada 1950, Stochastic masih menjadi salah satu indikator swing trading forex paling populer hingga hari ini. Stochastic merupakan indikator yang berguna untuk menilai momentum atau kekuatan tren. Selain itu, Stochastic juga berfungsi sebagai indikator swing trading yang bisa memprediksi harga selama periode waktu tertentu dengan harga penutupan selama periode tersebut.

Indikator Swing Trading

Terkait aturan umum tentang Stochastic adalah saat garis berada di bawah 20, maka harga dianggap oversold, sedangkan ketika garis ada di atas 80, maka harga telah overbought. Namun, pembacaan garis di bawah 20 atau di atas 80 bukan berarti pasar akan berbalik arah.

Itulah sebabnya kenapa Anda akan mendapatkan banyak sinyal palsu, jika menggunakan Stochastic hanya berdasarkan pengetahuan dasar saja. Anda bisa menyaring sinyal palsu Stochastic tersebut dengan menggunakan kondisi divergen.

 

Indikator swing trading ini sangat populer digunakan dalam berbagai jenis pasar termasuk pasar forex yang pernah diciptakan oleh John Bollinger, seorang trader teknikal pada tahun 1980. Bollinger Bands merupakan salah satu indikator swing trading terlengkap, sebab indikator ini dapat mengukur volatilitas dan menentukan arah tren.

Indikator Swing Trading

Selain mengukur volatilitas maupun arah tren, Bollinger Bands dapat digunakan juga untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga cenderung bergerak diantara ke 2 band atau pita.

Bollinger Bands sendiri terdiri dari tiga garis yang memiliki pembatas atas dan bawah dan sebuah garis Moving Average yang difungsikan menjadi garis tengah Bollinger. Secara umum, Bollinger Bands memiliki aturan yakni, carilah volatilitas tinggi dan lonjakan harga naik atau turun. Harga harus berada di garis lower atau upper band dan lebih baik lagi kalau harganya melebihi kedua garis tersebut.

Dari sekian banyak gaya trading, seperti scalping atau day trading, kenapa sih swing trading paling banyak diminati trader? Simak jawabannya di artikel berjudul Kenapa Swing Trading Diminati Trader berikut ini.

Reprinted from Seputar Forex , the copyright all reserved by the original author.

Recommend