Strategi Trading H4 Sederhana Dengan Indikator EMA
Seputar Forex · 14 Oct 2022 2.6K Views

Pembahasan tentang strategi trading seakan tidak pernah bisa habis, bahkan karena terlalu banyak, setiap trader bisa saja memiliki "setup" atau aturan yang berbeda, mulai dari time frame, pemilihan indikator, hingga acuan entry dan exit point-nya. Kali ini, salah satu strategi sederhana yang bisa Anda pelajari adalah strategi trading H4.

H4 atau 4 jam adalah time frame ideal dan sering digunakan dalam strategi gaya trading intraday atau trading harian. Dengan time frame H4 dalam strategi gaya trading intraday, Anda bisa menganalisa pasar dan menentukan strategi entry hingga exit market tanpa terburu-buru atau FOMO (Fear of Missing Out).

Secara umum, kunci kesuksesan strategi trading H4 ada pada kejelian Anda dalam melihat sinyal dan momentum pasar yang tepat. Namun untuk bisa melihat sinyal maupun momentum tersebut, Anda tetap memerlukan bantuan indikator teknikal agar mendapatkan posisi entry dan exit paling menguntungkan.

Salah satu indikator yang bisa Anda pilih untuk strategi trading H4 ini adalah Exponential Moving Average (EMA). Indikator ini sering dianggap sebagai indikator sederhana yang memiliki tingkat kepekaan dan akurasi tinggi. Artikel ini akan mengulas strategi trading H4 dengan kombinasi indikator EMA. Bagaimana cara penggunaannya?

Strategi Trading H4

 

Exponential Moving Average atau EMA adalah salah satu jenis Moving Average yang umum digunakan untuk mengukur arah tren selama periode waktu tertentu dengan menerapkan bobot lebih pada data terkini. Selain bisa menjadi indikator tren, EMA juga sering digunakan sebagai garis Support Resistance dinamis dan mencari titik entry maupun exit berdasarkan sinyal crossing-nya. Karena perhitungannya yang unik, EMA bisa lebih responsif daripada jenis Moving Average lainnya.

Berdasarkan keunggulan tersebut, tak heran jika EMA sering dianggap memiliki kepekaan dan keakurasian tinggi. Tapi, berbeda lagi jika Anda menggunakan EMA pada time frame kecil, maka indikator ini akan sangat rentan terhadap fake signal atau sinyal palsu. Itulah mengapa, Anda sangat disarankan menggunakan indikator ini pada time frame besar saja, seperti H4 ataupun daily ke atas agar noise harga bisa terminimalisir dengan baik. Periode EMA yang paling umum digunakan adalah 21, 50, 100, dan 200.

Menemukan sinyal trading yang akurat menggunakan indikator ini tergolong mudah dan sederhana. Anda hanya harus mengkombinasikan lebih dari satu EMA, yaitu EMA berperiode rendah dan EMA berperiode tinggi, seperti EMA 50 dan 200. Apabila Anda melihat terjadi saling crossing antara EMA berperiode rendah dengan EMA berperiode tinggi, maka itu bisa dianggap sebagai sinyal perubahan arah pergerakan tren, di mana hal tersebut juga menjadi sinyal entry ataupun exit market.

Agar strategi trading H4 ini bisa berjalan dengan lancar, Anda harus memahami dan menerapkan beberapa aturan tertentu secara displin. Apa saja itu? Namun sebelumnya, periode EMA yang digunakan untuk strategi trading ini adalah 50 dan 200.


Untuk Posisi Buy:

Agar lebih jelasnya, silahkan lihat contoh gambar di bawah ini.

Strategi Trading H4 Entry Buy

 

Untuk Posisi Sell:

Untuk lebih mudah dalam memahami, silahkan lihat gambar di bawah ini.

Strategi Trading H4 Entry Sell

 

Setiap strategi trading pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga dalam hal ini, trader perlu kesadaran dalam memahami segala kemungkinan yang bisa terjadi. Walaupun strategi trading H4 memang sangat cocok untuk trader pemula, karena sederhana dan mudah diterapkan. Tapi, strategi ini membutuhkan kesabaran tinggi, sebab Anda akan jarang menemukan sinyal entry, sehingga potensi untuk profit juga menjadi berkurang.

Jika ingin mencoba menggunakan strategi trading ini, Anda sangat disarankan untuk memperhatikan beberapa hal penting yang bisa meningkatkan akurasi strategi, seperti:

Reprinted from Seputar Forex , the copyright all reserved by the original author.

Recommend