USD/JPY Berupaya Pulih dari 136,60 meski Ada Sentimen Risk-On, IHK AS Menjadi Pusat Perhatian
FXStreet · 09 Dec 2022 579 Views
  • USD/JPY telah menyaksikan permintaan di dekat 136,60 karena kontraksi PDB Jepang membebani Yen Jepang.
  • Para investor lebih menyukai perlambatan kenaikan suku bunga The Fed atas kekhawatiran terhadap resesi.
  • The Fed diprakirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bp dalam pertemuan kebijakan moneter terakhirnya di Tahun Siklus 2022.


Pasangan USD/JPY telah berupaya melakukan pemulihan di sekitar 136,60 di sesi Tokyo. Aset ini diperdagangkan sideways sebelumnya tetapi sekarang bertujuan untuk memberikan kenaikan meskipun sentimen pasar optimis. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di bawah resistance penting 105,00 dan kemungkinan akan tetap gelisah di tengah penurunan daya tarik safe-haven.

Sementara itu, Kontrak Berjangka S&P500 menunjukkan pelemahan marjinal di awal sesi Asia, menggambarkan kehati-hatian menjelang pemicu ptnting. Namun, sentimen keseluruhan masih bullish dan dapat menjaga permintaan tetap solid pada aset-asey yang sensitif terhadap risiko. Imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS menahan kenaikannya di atas 3,48%.

Para investor lebih menyukai perlambatan yang diharapkan dalam laju kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) daripada kekhawatiran terhadap resesi di Amerika Serikat karena prospek kebijakan yang hawkish. Tidak diragukan lagi, panduan puncak suku bunga diprakirakan akan tetap hawkish mengutip perkembangan terbaru dalam penciptaan lapangan kerja dan permintaan yang kuat untuk sektor jasa.

Para analis di Danske Bank melihat kenaikan suku bunga lebih lanjut sebesar 50 basis poin (bp) dan pesan hawkish dari ketua The Fed Jerome Powell untuk Tahun Siklus 2023. Oleh karena itu, penghentian dalam budaya kenaikan suku bunga 75 bp kemungkinan akan terjadi. Selain itu, tingkat suku bunga netral diprakirakan pada 5,00-5,25%.

Selain itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS akan tetap menjadi fokus. IHK utama diprakirakan tidak akan berubah pada 7,7% sementara inflasi inti mungkin beringsut lebih tinggi ke 6,4%.

Di Tokyo, kontraksi berturut-turut dalam angka Produk Domestik Bruto (PDB) berdampak pada Yen Jepang. Hal ini telah memicu risiko penurunan inflasi lebih lanjut karena kontraksi dalam kegiatan ekonomi menunjukkan penurunan permintaan rumah tangga, yang sangat penting untuk memacu inflasi. Sangat mungkin Bank of Japan (BOJ) akan terus mengeluarkan lebih banyak stimulus untuk memperkuat prospek ekonomi.

Level-Level Teknis USD/JPY

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 136.76
Perubahan harian hari ini 0.08
Perubahan harian hari ini % 0.06
Pembukaan harian hari ini 136.68
 
Tren
SMA 20 Harian 138.51
SMA 50 Harian 143.51
SMA 100 Harian 141.09
SMA 200 Harian 134.94
 
Level
Tinggi Harian Sebelumnya 137.25
Rendah Harian Sebelumnya 136.25
Tinggi Mingguan Sebelumnya 139.9
Rendah Mingguan Sebelumnya 133.62
Tinggi Bulanan Sebelumnya 148.82
Rendah Bulanan Sebelumnya 137.5
Fibonacci Harian 38,2% 136.87
Fibonacci Harian 61,8% 136.63
Pivot Point Harian S1 136.2
Pivot Point Harian S2 135.72
Pivot Point Harian S3 135.2
Pivot Point Harian R1 137.2
Pivot Point Harian R2 137.73
Pivot Point Harian R3 138.2

 

 

Reprinted from FXStreet , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend