Asal China, Ini Tangan Kanan Elon Musk yang Disiapkan Jadi Bos Tesla
detik · 05 Jan 2023 348 Views
Tom Zhu, tangan kanan Elon Musk
Foto: Tom Zhu (VCG/Visual China Group/Getty Images)
Jakarta

Kepala Tesla China, Tom Zhu mendapat promosi besar-besaran. Ia kini bertugas di pabrik perakitan Tesla di Amerika Serikat (AS), dan bertanggung jawab atas penjualan Tesla di Amerika Utara dan Eropa.

Laporan ini semakin menguatkan spekulasi bahwa Zhu dipersiapkan sebagai pengganti Elon Musk di Tesla. Lantas, siapa sebenarnya sosok Zhu?

Zhu yang kini menjadi eksekutif Tesla di bawah Elon Musk membantu perusahaan pulih dari ketatnya lockdown COVID-19 di China. China diketahui sebagai pasar internasional terbesar Tesla.

Penunjukan dirinya untuk jabatan baru terjadi saat Elon Musk masih terganggu oleh akuisisi Tesla. Saham Tesla telah anjlok 65% pada tahun 2022.

Melansir dari CNN, Kamis (5/1/2023), media China berspekulasi sejak Desember lalu, Zhu memang dipersiapkan untuk peran global yang lebih besar di produsen mobil listrik tersebut.

"Zhu adalah pemimpin inti di Tesla dan kunci keberhasilannya terutama di China," kata Daniel Ives, direktur pelaksana dan analis riset ekuitas senior yang meliput industri teknologi di Wedbush Securities.

Performa Zhu di China cukup gemilang. Selama tiga kuartal pertama tahun 2022, Tesla menghasilkan pendapatan sebesar US$ 13,6 miliar dari China, naik 51% dari periode yang sama tahun lalu.

Zhu bergabung dengan Tesla pada tahun 2014. Media China menggambarkannya sebagai sosok yang pragmatis, rajin dan gila kerja.

"Saya sangat ingin tidur, tetapi pekerjaannya sangat menarik," katanya dalam postingan tahun 2019 di akun Weibo-nya.

Zhu jarang tampil di depan umum sejak bergabung dengan Tesla, dan hanya ada sedikit informasi publik tentang usia atau kehidupan pribadinya. Ia lahir di Tiongkok dan CNN tidak dapat memastikan apakah ia masih memegang kewarganegaraan China.

Menurut profil media sosialnya, ia memperoleh gelar sarjana dari Auckland University of Technology pada tahun 2004 dan gelar MBA dari The Fuqua School of Business di Duke University.

Sebelum bergabung dengan Tesla, dia mendirikan firma konsultan manajemen proyek, menawarkan saran kepada kontraktor China yang ingin berekspansi ke luar negeri.

Wawancara tahun 2021 oleh Jiefang Daily di Shanghai, surat kabar resmi Partai Komunis di pusat keuangan, menunjukkan Zhu bekerja dari kantor terbuka, hampir tidak punya waktu untuk sarapan.

"Efisiensi dan pragmatisme adalah gaya perusahaan kami," katanya dalam sebuah wawancara.

Reprinted from detik , the copyright all reserved by the original author.

Recommend