Wall Street Berakhir Merosot Dipicu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
inews · 23 Aug 2022 196 Views

NEW YORK, iNews.id - Wall Street pada perdagangan Senin (22/8/2022) waktu setempat ditutup anjlok. Hal itu dipicu kekhawatiran investor tentang pertemuan Federal Reserve AS akhir pekan ini di Jackson Hole, Wyoming, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk meredakan inflasi.

Mengutip Reuters, S&P 500 merosot 2,14 persen untuk mengakhiri sesi di 4.137,99. Sedangkan Nasdaq anjlok 2,55 persen menjadi 12.381,57, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,91 persen menjadi 33.063,61.

Sebelas sektor di S&P 500 turun, dipimpin oleh consumer discretionary yang turun 2,84 persen, diikuti oleh teknologi informasi yang melemah 2,78 persen. Saham Nvidia Corp (NVDA.O) tergerus 4,6 persen dan Amazon.com Inc (AMZN.O) susut 3,6 persen, sementara Microsoft Corp (MSFT.O) dan Apple Inc (AAPL.O) masing-masing kehilangan lebih dari 2 persen.

Setelah reli musim panas di Wall Street berakhir pekan lalu, indeks S&P 500 turun sekitar 13 persen sejauh ini pada 2022, dan Nasdaq melemah lebih dari 20 persen. Indeks Volatilitas CBOE (.VIX), pengukur ketakutan Wall Street, naik menjadi 23,9, tertinggi dalam lebih dari dua minggu.

Investor fokus pada pidato Ketua Fed Jerome Powell di konferensi bank sentral di Jackson Hole untuk isyarat lebih lanjut tentang seberapa agresif Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga di masa depan.

"Powell akan mencoba terdengar hawkish untuk meredam ekspektasi inflasi dan memperketat kondisi keuangan. Jadi kemungkinan besar itu akan menjadi katalis negatif bagi pasar," kata Jay Hatfield, Kepala Investasi di Infrastructure Capital Management di New York.

The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters. Namun, para pedagang terbagi antara kenaikan 50 bps dan kenaikan 75 bps oleh bank sentral setelah beberapa pembuat kebijakan baru-baru ini mendorong kembali ekspektasi poros dovish dan menekankan komitmen Fed untuk memerangi inflasi.

Investor juga akan mencari rincian tentang rencana Fed mengurangi neraca hampir 9 triliun dolar AS, sebuah proses yang dimulai pada Juni.

Kekhawatiran perlambatan melanda pasar secara global. Bank sentral China memangkas beberapa suku bunga pinjaman utama pada Senin dalam upaya untuk mendukung ekonomi yang melambat dan sektor perumahan yang tertekan. 

Adapun yang menjadi sentimen negatif di Wall Street, saham Eropa turun setelah Gazprom Rusia (GAZP.MM) mengatakan pekan lalu akan menghentikan pasokan gas alam ke Eropa selama tiga hari pada akhir Agustus. 

AMC Entertainment Holdings Inc (AMC.N) jatuh 42 persen setelah daftar saham preferen rantai bioskop mulai diperdagangkan dan saingannya yang berbasis di Inggris Cineworld Group (CINE.L) memperingatkan kemungkinan pengajuan kebangkrutan. Signify Health Inc (SGFY.N) melonjak 32 persen menyusul laporan pada hari Minggu bahwa UnitedHealth Group Inc (UNH.N), Amazon, CVS Health Corp (CVS.N) dan Option Care Health Inc (OPCH.O) menawar untuk mengakuisisi perusahaan. 

Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 9,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 10,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Reprinted from inews , the copyright all reserved by the original author.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend