Saham Cisco Murah Karena Alasan Yang Sangat Bagus
Investing · 24 Jun 2022 29 Views
Berdasarkan panduan perusahaan untuk tahun fiskal 2022 (berakhir Juli), saham Cisco Systems (NASDAQ:CSCO) diperdagangkan dengan pendapatan 13x lipat. Itu kelipatan yang sangat rendah untuk perusahaan teknologi—atau perusahaan mana pun.



Penghasilan 13x adalah kelipatan yang pada dasarnya menyiratkan pertumbuhan nol kedepannya. Tambahkan imbal hasil dividen 3,5% dan saham Cisco terlihat seperti dicuri setelah turun mengejutkan 31% sepanjang tahun ini.

Tapi inilah masalahnya: pada dasarnya saham Cisco dihargai untuk pertumbuhan nol karena pertumbuhan Cisco sebenarnya nol. Ada alasan untuk berharap bahwa keduanya akan berubah—tetapi investor setidaknya harus memahami bahwa CSCO 'murah' untuk alasan yang baik.

Kurangnya Pertumbuhan

Pada tahun fiskal 2019, Cisco membukukan laba per saham yang disesuaikan sebesar $3,10. Tahun ini, menurut panduan perusahaan laba per saham berkisar antara $3,29-$3,37.

Pada titik tengah kisaran itu, Cisco kemungkinan dapat meningkatkan laba hanya 7,4% selama periode tiga tahun, atau 2,4% per tahun. Namun, perusahaan setidaknya masih mendorong beberapa pertumbuhan — dan mungkin sedikit lebih dari harga saham.

Tapi hampir semua pertumbuhan EPS itu berasal dari 'S', bukan 'E'. Seperti banyak perusahaan yang sudah lama berdiri, Cisco terus membeli kembali saham. Jumlah saham terdilusinya harus lebih dari 6% lebih rendah di FY22 daripada di FY19. Laba bersih yang disesuaikan untuk perusahaan secara keseluruhan adalah $13,8 miliar di FY19—dan pada titik tengah panduan akan cukup dekat dengan angka itu di tahun fiskal saat ini.

Pendapatan Cisco belum tumbuh—sehingga harga saham Cisco tidak tumbuh. Sejak awal 2019, CSCO hanya naik kurang dari 1%. NASDAQ 100, indeks dimana Cisco menjadi anggotanya, telah naik 82%.

Mengubah Kerangka Kerja

Jadi pendekatan ke CSCO tidak bisa dengan bertanya, “Mengapa saham ini begitu murah?” Jawaban atas pertanyaan itu cukup sederhana. Penghasilan tidak tumbuh, sebagian besar karena pasar akhir Cisco tidak tumbuh.

CSCO memang sedang mengalami kesulitan, tetapi saingan utamanya Juniper Networks (NYSE:JNPR) kinerjanya lebih buruk lagi. Saham Cisco diperdagangkan hampir di atas awal 2014, dan telah naik kurang dari 5% sejak awal 2019. Di perusahaan perangkat keras komputer lain seperti Hewlett Packard Enterprise (NYSE:HPE) sahamnya diperdagangkan kurang dari 7x forward earning.

Perangkat keras adalah bisnis yang sulit, terutama karena beban kerja terus berpindah ke cloud. Hanya karena Cisco adalah pemain terbesar dalam perangkat keras tidak berarti Cisco kebal terhadap masalah itu.

Jadi pertanyaan penting untuk saham Cisco adalah "Bagaimana sahamnya bisa meningkat, tidak terlalu murah lagi?" Jawaban atas pertanyaan itu juga cukup sederhana: perusahaan perlu memulai pertumbuhan. Tetapi jawaban sederhana bukan berarti mudah dilakukan.

Berputar Jauh Dari Perangkat Keras

Kami tahu perangkat keras adalah bisnis yang sulit karena Cisco sendiri mencoba beralih dari bisnis itu ke perangkat lunak dan subscription yang tumbuh lebih cepat, lebih konsisten, dan dengan margin lebih tinggi. Di Kuartal ke 3, menurut conference call pasca-penghasilan, 43% dari total pendapatan sekarang berasal dari subscription.

Sebagian besar pendapatan itu datang melalui akuisisi seperti pembelian Duo Security senilai $2,35 miliar oleh Cisco pada tahun 2018. Awal tahun ini, perusahaan dilaporkan membuat tawaran senilai $20 miliar lebih untuk Splunk (NASDAQ:SPLK).

Untuk saat ini Cisco melakukan lebih banyak pengembangan secara internal. Mereka telah meluncurkan Cloud Keamanannya, mengintegrasikan keamanan siber dengan perangkat kerasnya yang merupakan peninggalan utama bisnisnya. AppDynamics Cloud membantu perusahaan mengelola infrastruktur cloud (aspek yang sering dijalankan dengan cara yang sangat terkotak-kotak, sehingga sulit untuk menemukan masalah di antara mereka)

Strategi ini masuk akal. Dan sampai taraf tertentu, berhasil—tapi hanya untuk sementara waktu. Tapi diam-diam, CSCO adalah salah satu saham berkapitalisasi besar yang lebih baik dari pasar bull pra-pandemi, meningkat lebih dari tiga kali lipat antara paruh kedua 2012 dan pertengahan 2019.

Tapi strategi itu tidak bisa dijalankan sekarang—atau setidaknya, tidak berjalan dengan baik. Di Kuartal ke 3, pendapatan perangkat lunak naik 2%, tidak termasuk dampak dari perang di Ukraina (yang menyebabkan Cisco keluar dari negara itu, dan juga dari Rusia dan Belarusia) dan perbandingan terhadap minggu keempat belas di kuartal tahun sebelumnya. Pendapatan dari subscription secara keseluruhan naik 3% dengan basis yang sama.

Pertumbuhan seperti itu tidak bisa dibilang baik. Perusahaan keamanan siber yang lebih muda dan lebih gesit khususnya meningkatkan penjualan jauh lebih cepat. CrowdStrike (NASDAQ:CRWD), misalnya, memperkirakan pendapatan tumbuh lebih dari 50% tahun ini. Cisco harus melakukan yang lebih baik.

Kasus pada Saham Cisco

Mungkin Cisco akan melakukan yang lebih baik. Setelah Kuartal ke 3, chief executive officer Chuck Robbins bersikeras bahwa perusahaannya tidak menghadapi masalah permintaan—tetapi masalah pasokan. Pasokan komponen terhambat. Kapal kontainer antri di pelabuhan. Kapasitas angkutan udara terbatas.

Yang pasti, Wall Street tidak mau menerima penjelasan itu; sebagian besar Q&A tampaknya terdiri dari analis yang mencoba menyoroti berbagai kekurangan. Tapi setidaknya saat ini kita berada di keadaan yang tidak normal, dan mungkin tidak adil untuk membandingkan tahun fiskal 2022 dengan tahun fiskal 2019 yang jauh lebih tenang.

Dilihat dari sisi lain, permintaan TI melonjak selama pandemi—karena itu merupakan suatu keharusan. Munculnya pekerjaan jarak jauh dan serbuan ke e-commerce oleh begitu banyak perusahaan fisik membutuhkan pengeluaran yang signifikan untuk peningkatan infrastruktur—pengeluaran yang meningkatkan keuntungan di seluruh industri. Namun Cisco benar-benar tidak dapat memanfaatkan permintaan itu, sehingga tidak dapat meningkatkan keuntungan secara signifikan.

Tetapi hal itu pada gilirannya akan mewarnai prospek kedepannya. Keadaan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir memang memiliki banyak tantangan—tetapi juga banyak hal positifnya. Net/net, tidak banyak berpengaruh pada keuntungan Cisco. Tetapi, bagaimanapun juga itu perlu diubah agar saham CSCO bisa kembali reli.

Disclaimer: Hingga tulisan ini dibuat, Vince Martin tidak memiliki posisi dalam sekuritas apa pun yang disebutkan.

Dicetak ulang dari Investing, semua hak cipta dilindungi oleh penulis aslinya.

 

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of Maxco and does not mean that Maxco agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the Maxco, Maxco does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend